Friday, November 26, 2021

Kupersembahkan raga ini untukmu, kak (Bagian 1)

Namaku David (bukan nama yang sebenarnya). Aku seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan. Hari ini aku akan menceritakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan dan tak terduga bersama adikku sendiri.......

Hari Sabtu, lupa tanggal berapa.....
Pukul 06.00, alarm berbunyi sangat nyaring memenuhi kamar ku. Aku yang baru beberapa hari mencoba untuk bangun pagi masih berusaha untuk bangkit dari kasur. Lagipula saat itu aku tak memiliki motivasi untuk bangun pagi sedikitpun karena perkuliahan ku pun dimulai pukul 13.00. Semua ini karena perintah ibuku agar aku membantunya sebelum aku pergi kuliah. Tapi setidaknya karena hal ini, aku menemukan alasan untuk bangun pagi. Tepat di hari itu, adikku yang perempuan mengenakan seragam olahraga pada minggu kedua dia masuk SMA. Pastinya kalian yang membaca ini akan bertanya : "Apa yang menarik dari seragam olahraga? ". Sengaja tidak kuceritakan di awal agar kujadikan sebagai sebuah kejutan dalam kisah ini. Aku memiliki fetish terhadap seragam olahraga. Aneh bukan? Ya, setiap kali aku melihat perempuan yang mengenakan seragam olahraga, pastinya aku "turned on". Bahkan tanpa bokep sekalipun, aku dapat crot hanya dengan melihat perempuan yang mengenakan seragam olahraga. Kemudian pertanyaan kedua yang mungkin saja muncul dibenak kalian : "Apakah tidak aneh rasanya, memiliki nafsu pada adik sendiri? " Well, sebenarnya aneh dan aku juga gak tega. Pada sejak hari itu dan seterusnya aku tak henti memperhatikannya ketika mengenakan seragam olahraga, walaupun aku lakukan itu secara diam-diam dan menahan nafsuku agar tidak berbuat yang "aneh-aneh" bersamanya. Hal itu aku lakukan cukup lama setidaknya sampai dia memutuskan untuk mulai mempelajari apa itu seks padaku. Oh iya, sebelum aku melanjutkannya, aku ingin memperkenalkan adik ku secara singkat. Namanya Diana (bukan nama yang sebenarnya). Umurnya 16 tahun ketika peristiwa ini terjadi.

Pada malam pukul 19.00 (aku lupa tanggal berapa), Diana menghampiri ku di kamar. Saat itu rumah masih cukup ramai dengan orang tuaku yang tengah menonton TV di ruang keluarga.......

Di : Kak, kakak lagi ngapain?
Da : Ga ada sih, gabut aja abis ngerjain laporan. Napa emangnya?
Di : Adek mau ngomong sesuatu nih tapi kakak janji jan ceritain ke orang lain apalagi ama mama dan papa.
Da : Emang kenapa? Kamu bolos ya?
Di : Ihh, engga. Bentar ya.....

Diana lalu mengunci pintu kamar......

Da : Lah, ngapain dikunci.
Di : Hehehehe, gak apa-apa kak. Supaya secret aja gitu.

Pikiran ku mulai ke mana-mana. Jangan-jangan anak ini.....

Da : Emang apaan sih yang mau kamu omongin?

Diana langsung duduk di samping ku di kasur kemudian berkata....

Di : Kak, aku mau belajar seks ama kakak

Tiba-tiba aku terkejut mendengar Diana mengatakan itu......

Da : Eh, kamu jan aneh-aneh deh. Kamu ngapain belajar seks, dan kamu tau itu dari mana?
Di : Soalnya aku lihat semua temen cewek ku di kelas ngomongin tentang itu terus. Dan keknya itu nikmat bet. Tinggal aku sendiri yang ga paham. Mau ikutan nimbrung, tapi malu karena aku udah terlanjur dicap pendiam ama yang lain. Aku pen kek mereka, dan aku rasa aku sudah cukup umur untuk tau tentang hal itu.
Da : Ga ah, aku ga mau. Aneh tau ga.....
Di : Please, kak, ajarin aku. Aku janji, aku bakal pakai seragam olahraga untuk kakak asal kakak mau ajarin aku seks.

Lagi-lagi aku terkejut luar biasa dia mengatakan itu.....

Da : Dari mana kamu tau kakak suka seragam olahraga.
Di : Aku diam-diam sering perhatiin kakak pas aku mau ke sekolah pake seragam olahraga. Dari situ aku tau kakak begitu. Tapi aku pura-pura ga tau aja selama ini.

Tanpa sadar aku terdiam sejenak setelah mendengar itu semua. Rupanya aku diperhatikan selama ini oleh adikku tentang fetish ku ini. Entah siapa lagi yang memperhatikannya. Semoga saja tidak ada.

Di : Kak. Kok malah bengong sih...... Mau kan ajarin aku seks?
Da : Iya deh, kakak mau. Tapi kamu harus melakukannya atas keinginan dan kesadaran sendiri karena aslinya kakak gak mau melakukannya sama kamu.
Di : Iya, kak. Aku percaya kok sama kakak. Dan dari tadi juga kan aku yang minta. Cuma kakak aja yang ga mau.
Da : Abisnya dari tadi kakak ragu mau.....

Tiba-tiba dia mencium bibirku......

Di : Udah, kak. Jangan pikirkan itu lagi. Intinya kakak dan aku mau melakukannya. Sekarang lebih baik kakak siapkan "materi" untukku. Nanti tengah malam aku akan kembali ke sini dan tentunya pake seragam olahraga. Aku sayang kakak.

Kemudian dia pergi begitu saja keluar dari kamarku. Aku yang masih di situ, mencoba untuk memaklumi hal itu dan menerimanya sebagai sebuah kewajaran. Dan pada akhirnya nafsu ku lah yang menguasai ku. Aku akhirnya mulai mengakui bahwa kini dia bukan hanya adikku, tapi juga budak seks ku.

Sambil tersenyum sendiri aku memikirkan hal ini :

"Ya aku harus memanfaatkan hal ini. Kapan lagi aku bisa menikmati seks bersama seorang perempuan dengan seragam olahraga. "

"Akhirnya, akhirnya hari ini tiba juga. Berakhir sudah penantian ku akan hal ini. Mulai sekarang aku tak hanya dapat menikmati seragam olahraga dalam sebuah gambar dan pandangan, tapi juga melalui sebuah sentuhan. "

Dan itu mengawali perjalanan seks ku bersama adikku yang tercinta, Diana.

No comments:

Post a Comment