Friday, November 26, 2021

Kupersembahkan raga ini untukmu, kak (Bagian 2)

 

 


Pukul 23.00, aku yang sedang tidur karena kelelahan setelah melanjutkan tugas laporan, tiba-tiba dikejutkan dengan suara getar ponsel dari atas meja. Rupanya ada panggilan masuk dari Diana.....

Di : (dengan suara pelan) Kak, aku di depan kamar nih, bukain dong.....

Aku segera membukakan pintu untuknya dan di situ dia sudah berdiri dengan seragam olahraga yang rapi dan bersih.

Da : Ayo cepet masuk..... Pintu kamar mu sudah kamu kunci kan?
Di : Udah, kak, tenang aja. Oh iya, sekarang kita ngapain?
Da : Pertama, kakak mau jelasin dulu apa yang akan kakak ajarkan nanti. Seks yang kakak ajarkan bukanlah seks biasa. Melainkan seks BDSM. Seks ini sederhananya adalah sebuah kegiatan seks yang melibatkan seorang master dan slave, di mana seorang slave akan menerima apapun yang master minta, termasuk siksaan di dalamnya. BDSM umumnya tidak melibatkan adegan ngentot, tapi kalau mau ya bisa kamu lakukan. Tapi dalam permainan BDSM, si slave dan master harus saling memahami, terutama mengenai batasan, karena memang permainan ini cukup berbahaya. Sampai sini ada yang mau kamu tanyakan?
Di : Jenis siksaan yang dikasih kek gimana, kak?
Da : Ya beragam, tapi gak harus yang menimbulkan rasa sakit. Tapi pada umumnya siksaan diberikan ketika slave berada dalam kekangan atau ikatan. Sampai sini keknya dah cukup. Ada lagi yang mau ditanyakan?
Di : Kapan bisa kita coba?
Da : Sekarang bisa, cuma alatnya belum lengkap. Jadi ya cuma seadanya. Gimana?
Di : Boleh, kak.
Da : Tapi pertama kamu harus menjalani upacara  inisiasi sebagai pertanda bahwa kamu secara resmi akan menjadi slave ku.
Di : Baik, kak. Seluruh keinginan kakak adalah perintah untukku.

Kemudian aku mematikan lampu dan menyalakan lilin merah. Kini kamar hanya diterangi oleh sebuah lilin

Da : Baca ini......

"Sumpah Setia para Slave"
1. Dengan ini saya bersedia untuk menyerahkan seluruh raga hanya untuk master seorang. Dan haram bagiku untuk menyerahkan diriku pada orang lain.
2. Bersikap jujur, disiplin, tunduk, dan taat kepada master
3. Apabila kelak saya melanggar apa yang telah ditetapkan oleh master, maka saya bersedia untuk dihukum, baik itu hukuman ringan maupun sedang
4. Senantiasa menerima dengan bahagia apa yang telah diberikan oleh master

Da : Dan mulai sekarang, ketika kamu berada dalam mode slave, maka kamu tak boleh memanggilku kakak. Kamu harus memanggilku tuan seperti yang ada dalam sumpah yang kamu baca barusan.
Di : Baik tuan.
Da : Bersujudlah di depan ku.

Diana bersujud dan aku menginjakkan kakiku tepat di atas kepalanya dengan kaki kiri dan kanan masing-masing 5 detik. Setelah itu kuperintahkan dia untuk mencium kedua kakiku.......

Da : Sekarang kamu sudah resmi menjadi slave ku
Di : Terima kasih, tuan. Hamba bangga dapat menjadi pelayan tuan.
Da : Sekarang bisa kita mulai permainannya. Berbaringlah di atas sana.....
Di : Baik tuan.

Diana pun berbaring dengan pasrah di atas kasurku. Tangannya mulai kuikatkan menyatu pada tiang kasur yang panjang, sedangkan kakinya dilebarkan dan diikatkan menyatu pada tiang kasur yang pendek. Perutnya juga diikatkan pada kasur dengan tali yang sangat panjang agar tidak terlalu banyak menggeliat. Matanya ditutup.

Da : Sudah siap ?
Di : Hamba selalu siap untuk perintah yang tuan berikan.
Da : Bagus, buka mulutnya...

Ball gag mulai dipakaikan. Kini Diana dalam posisi yang sempurna untuk diberikan siksaan pertamanya. Aku berniat untuk memberikannya siksaan magic wand untuk hari pertamanya, dan kurasa itu cukup sebagai permulaan. Dari lemari aku mengambil sebuah magic wand tanpa kabel generasi terbaru. Getarannya tidak menimbulkan suara sebelum menyentuh sesuatu. Menurut ku ini akan cukup berguna untuk mengejutkannya. Lalu kunyalakan magic wand nya dengan kecepatan maksimal dan perlahan aku mendekatkan kepala magic wand tepat di depan mekinya tanpa menyentuh sedikit pun bagian paha dan selangkangan nya. Dengan sabar aku menunggu sampai aku siap dan .....

HHHMMMPPPHHHHH.....!!!!!!!

.....kusodok magic wandnya. Diana sangat terkejut sampai tubuhnya sedikit terangkat, tapi tertahan oleh ikatan yang ada di perut. Rupanya ikatan di perut agak sedikit longgar. Kemudian tubuhnya mulai menggeliat tapi dibatas oleh ikatan yang ada di tubuhku, dan menggelengkan kepalanya sambil berteriak dengan suara pelan. Hanya "Hmmmph" yang terdengar. Aku hanya bisa menahan tawa melihat adikku yang terkejut dan menggeliat karena tidak kuasa menahan nikmatnya sentuhan magic wand di mekinya.

Da : Ternyata kamu suka ya kalau disiksa seperti ini mekinya
Di : (menggeleng)Hmmmph....!!!!  Hmmmphh.....!!!!
Da : Jangan bohong. Kamu gak bakal bisa nyembunyiin itu. Liat saja tubuh mu sekarang. Menggeliat ga jelas. Itu tandanya kamu keenakan.
Di : (makin keras)  Hmmmpphh.....!!!!!
Da : (membungkam mulutnya) Ssssstt..... Jan berisik, ntar kedengeran.

Tiba-tiba celana trainingnya basah, dan meminta berkali-kali menyemburkan air squirting dan aku langsung menjauhkan magic wandnya.....

Da : Tuh liat, orgasme pertama mu. Udah kubilang, kamu tidak bisa berbohong, Diana.
Di : Hmmmppphh.....
Da : Awalnya memang begini, tapi makin lama kamu akan terbiasa.
Di : Hmmpphh.... (Nafas terengah-engah)
Da : Makanya malam ini aku berencana untuk membuatmu squirting berkali-kali sampai kamu lemas dan tidak berdaya.
Di : Hmmmphhh (meronta-ronta)
Da : (tertawa pelan) Percuma, aku pandai mengikat tangan seseorang agar tidak mudah terlepas
Di : (masih meronta-ronta) Hmmpphh....

Melihatnya meronta-ronta membuatku makin bersemangat untuk membuatnya squirting lagi. Tanpa pikir panjang, aku langsung menyodok mekinya lagi dengan magic wand. Lagi-lagi tubuhnya terangkat dan sekarang makin tidak terkendali. Dari gerakannya aku mampu membaca dan menilai bahwa dia benar-benar tidak kuasa menerima "siksaan" itu. Tapi pertunjukan harus tetap berlangsung. Tak ada rasa belas kasihan, meskipun dia adalah adikku. Aku sudah terlanjur untuk melakukan ini, dan aku tak bisa lagi mundur. Aku tetap pada tujuan ku yakni untuk menjadikannya slave sejati sebagai pemuas nafsuku. Tiba-tiba dari celananya merembes air squirting lagi. Tak kusangka, dalam waktu yang cukup singkat dia dapat squirting dalam jumlah yang cukup banyak......

Da : Meki mu sangat lemah, Diana. Baru sebentar sudah muncrat cukup banyak.Tapi justru itu yang kusuka. Peras sebanyak mungkin.
Di : (suara mulai melemah) Hmph...... Hmph....
Da : Rupanya kamu sudah mulai kelelahan. Tapi ini belum selesai. Tujuan ku adalah untuk membuat mu lemas. Kita harus tuntaskan permainan ini segera.

Magic wandnya mulai kusodok lagi ke mekinya. Gerakannya sekarang mulai terlihat lemah. Keringatnya sudah membasahi bajunya karena terlalu banyak meronta-ronta. Kucoba untuk mencari klitorisnya dengan harapan dapat membuatnya cepat squirting. Sambil kuraba dari luar celananya, dan akhirnya kusentuh klitorisnya yang sedikit menonjol dan dia masih bereaksi walaupun tubuhnya sudah cukup kelelahan. Dan kuarahkan langsung tepat di situ, dengan seketika tubuhnya langsung bergetar hebat kembali. Tapi suaranya masih tetap terdengar lemah. Setelah kudiamkan selama 2 menit di mekinya, akhirnya dia squirt lagi untuk yang ketiga kalinya. Setelah itu aku matikan magic wand nya dan kuakhiri permainannya. Kulepaskan semua ikatannya, ball gag dan penutup matanya.....

Da : Kamu gak apa-apa kan?
Di : (dengan suara lirih) Tidak apa-apa, tuan.
Da : Kamu boleh panggil aku kakak lagi sekarang, permainan sudah selesai. Gimana rasanya mekimu disiksa magic wand.
Di : (masih dengan suara lirih) Luar biasa nikmat,  kak, aku suka banget. Aku mau lagi, lagi dan lagi. Berikan aku siksaan yang lebih berat dari ini, kak.
Da : Tenang saja, adikku. Perlahan-lahan, tahap demi tahap aku akan membuat agar kamu merasa nikmat terhadap rasa sakit yang kuberikan nanti.
Di : Terima kasih, kak, aku sayang kakak.
Da : Aku juga sayang kamu, Diana. (Mengecup keningnya).

Setelah itu, aku berikan dia minuman energi pengganti cairan tubuh. Walaupun mengasyikan, tapi aku agak sedikit kebingungan juga setelahnya untuk menyembunyikan bekas squirt adikku itu.Tapi bagaimanapun juga malam itu adalah malam yang sangat sakral untuk kami berdua di mana adikku secara resmi mengabdi untukku. Kalian mungkin menganggap cerita ini hanyalah bualan belaka. Tapi setidaknya itulah yang aku alami. Aku sangat beruntung punya adik seperti dia. Well, sekian untuk pengalaman ku yang satu ini. Aku akan melanjutkan kisah ini ketika aku tidak terlalu sibuk......

No comments:

Post a Comment